Jadah Manten: Jajanan Favorit Sultan Hamengkubuwono Vii

www.sewamobildijogja.net – Jadah manten merupakan makanan tradisional khas dari Jogja yang konon merupakan jajanan kesukaan dari Sultan Hamengkubuwono. Dahulu makanan ini bersifat rahasia karena hanya pihak Kraton Kasultanan Yogyakarta yang mengetahui dan menyantap makanan ini. Seorang Sultan Hamengkubuwono VII yang menjadi penggemar maknaan ini karena rasanya yang lezat dan mencirikan rasa bangsawan. Akan tetapi sekarang makanan ini sudah bisa dinikmati semua kalangan.

Alasan adri pemberian nama Jadah Manten adalah biasanya jajanan tradisional ini menjadi bagian dari perangkat seserahan pengantin pria saat bertemu dengan pengantin wanita. Hal ini memiliki maksud agar keduanya menjadi lengket seperti sifat jadah manten tersebut yang lengket ditangan.

Biasnaya jadah manten berisikan daging ayam atau sapi. Kemudian dimasak denganc ara dibakar atau dipanggang. Aroma yang keluar dari bakaran jadah ini memang benar sangat menggoda.

Source: klikdapur.com

Source: klikdapur.com

Adapun cara pembuatan jadah manten ini yang dilansir dari www.menuinternasional.com  adalah sebagai berikut.

Bahan:

  • 500 gram beras ketan (rendamlah semalaman sebelum diproses)
  • 400 ml santan hasil parutan 1 butir kelapa
  • 1 sendok teh garam
  • 2 lembar daun pandan
  • Bilah bambu (dibelah tipis melebar) untuk menjepit jadah
  • Tangkai daun pepaya

Bahan isian :

  • 300 gram daging sapi cincang (bisa diganti sesuai selera)
  • 1 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 batang serai, digeprak/dimemarkan
  • 200 ml santan
  • 1 sendok makan minyak goreng

Bahan bumbu yang dihaluskan :

  • 1/2 sendok teh ketumbar disangrai
  • 1/2 sendok teh merica
  • 1/4 buah pala
  • 3 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 2 butir kemiri
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok makan gula merah disisir
  • 1/4 sendok teh kaldu instant

Bahan dadaran :

  • 4 butir telur
  • 2 sendok makan tepung terigu
  • 10 sendok makan air
  • 1/2 sendok teh garam

Bahan areh :

  • 150 ml santan kental
  • 1/2 sendok teh garam

Cara Membuat Jadah Manten Khas Daerah Istimewa Yogyakarta :

  1. Membuat bahan isian : tumislah bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan hingga harum. Tambahkanlah daun salam, serai, daun jeruk masaklah hingga beraroma harum. Masukkanlah daging cincang dan santan, lanjutkan memasak hingga kering lalu angkat dan sisihkan.
  2. Campurkan semua bahan dadar, aduk-aduk hingga rata. Buatlah dadar tipis-tipis lalu sisihkan. Campurkan semua bahan areh, didihkan hingga mengental dan sisihkan.
  3. Kukuslah beras ketan bersama dengan daun pandan hingga setengah matang sambil di aroni. Selanjutnya angkat lalu tuangkan kedalam wajan. Tambahkan garam serta santan masaklah lagi dengan menggunakan api kecil hingga santan habis. Kukuslah kembali hingga matang.
  4. Tuangkan ketan yang masih panas kedala loyang yang telah disiapkan, ratakan hingga tebalnya kira-kira 1 cm. Taburi dengan bahan isian diatasnya, dan ratakan. Tutup kemali dengan ketan diatasnya lalu padatkan. Potong-potong lapisan terseut dengan ukuran 3x4cm. Bungkuslah setiap potongan ketan dengan menggunakan selembar dadar telur.
  5. Jepitlah ketan dengan menggunakan bambu yang dibuat tipis dan lebar, kunci ujung jepit dengan menggunakan tangkau daun pepaya. Bagian terakhir pangganglah potongan ketan diatas bara api sambil olesi dengan areh hingga matang. Dan segera sajikan selagi hangat.

Demikian jadah manten yang menjadi makanan favorit Sultan Hamengkubuwono VII. Selamat mencoba 🙂

 

This template supports the sidebar's widgets. Add one or use Full Width layout.