Goa Langse : Wisata Spiritual di Tebing Gunung Kidul

Sewamobildijogja.net – Menilik penjajakan perjalanan goa di Yogyakarta memang selalu menarik. Terlebih adanya goa di pegunungan kars Gunungkidul yang lengkap dengan stalaktit atau stalakmit yang indah. Menariknya lagi biasnaya goa di Guungkidul dilengkapi dengan air bawah tanah yang mengalir dan menambah keindahan. Namun, tidak semua goa dikunjungi dengan alasan cave tubing. Ada beberapa goa yang sangat kental dengan aura mistisnya. Satu diantara sekina goa yang dianggap mistis adalah Goa Langse.

Goa Langse merupakan goa yang menarik. Keberadaannya langsung menghadap lautan Hindia yang lepas. Berwujud suatu lorong di bawah bebatuan karang. Namun goa ini juga dikenal sebagai salah satu yang dianggap keramat atau mistis. Lokasi tepatnya berada di tebing pantai selatan di padukuhan Gabug, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul. Namun secara adminitratif Goa Langse ini berada di Desa Girirejo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul.

Goa Langse : Wisata Spiritual di Tebing Gunung Kidul

Goa Langse Wisata Spiritual di Tebing Gunung Kidul

Masyarakat Jawa memang tidak lepas dari istilah mitos khususnya di Gunungkidul. Beribu tempat atau juga suatu tanaman hingga batu bisa dijadikan suatu kepercayaan spiritual. Semua itu erat kaitannya dengan sejarah panjang dan hubungan dengan kerajaan yang pernah singgah di Indonesia seperti kerajaan Mataram.

Gua dengan keindahan suasana pantai yang diiringi ombak juga suasana menenangkan kala matahari tenggelam. Goa ini juga dipenuhi dengan stalatit dan stalakmit juga sebuah sumur air tawar.

Akses menuju goa langse terbilang sangat sulit dan harus ekstra hati-hati. Lokasinya berada dekat dengan pantai Parangtritis atau Bukit Parangendog. Banyak plang menuju ke lokasi. Namun jika mengalami kesulitan, pengunjung bisa meminta bantuan pemandu untuk mengarahkan ke lokasi mengingat perjalanan yang cukup terjal. Merupakan tantangan terseniri ketika menjelajah ke goa Langse dengan tingginya tebing yang hampir tegak lurus. Salah melangkah sudah bisa menjadi celaka. Jalan menuju ke lokasi merupakan campuran tangga, akar, dan benjolan bebatuan.

Goa Lagse adalah salah satu goa yang wisata rohani atau spiritualitas juga tempat ziarah. Goa ini sudah lama dibuka yakni sejak tahun 1948. Dari sejarahnya, panembahan Senopati melakukan tirakat selama 40 hari di goa ini dengan memohon tambahan kekuatan kepda Tuhan Yang Maha Esa sebelum membuka Alas Mantaok yang akan digunakan sebagai ibukota Kerajaan Mataram. Selain itu, menurut Dr. Hermanus Johannes de Graaf seorang ilmuan Belanda yang mengkaji khusus tanah jawa menyebutkan goa yang cukup mengandung daya magis ini juga pernah dikunjungi oleh Sunan Kalijaga, Raja-raja mataram, Pangeran Diponegoro, Presiden RI: Soekarno, Soeharto, dan Jenderal Sudirman.

Kedalaman goa Langse kira-kira 100-200 meter. Dilengkapi dengan dua ruang utama juga temapt ritual.  Bagi para pemula bisa melakukan tetirah di dekat mulut goa atau bangunan yang lokasinya tidak jauh dari goa yang mana dibangun oleh kelompok Penghayat Kepercayaan Purnomo Sidi dari Kedunglumbu Surakarta.

Mulanya goa ini pernah menjadi tempat tinggal burung wallet, namun saat ini sudah tidak lagi burung walet hinggap di dinding-dinding goa. Di dalam goa juga sudah ada peraturan yang cukup ketat yaitu adanya larangan berbicara, memotret, dan menghidupkan cahaya terlebih di ruangan semedi.

Adanya kekuatan mistis di Goa Langse ini juga erat kaitannya dengan Nyo Roro Kidul selaku penguasa laut selatan. Goa Langse ini merupakan tempat pertemuan dua penguasa dari alam yang berbeda. Setap harinya selalu ada orang yang mendatangi tempat ini dengan memanjatkan doa agar diperoleh keberhasilan dan kesejahteraan dalam hidup. Terlebih di malam Selasa dan Jumat Kliwon rata-rata pengunjung adalah 30 orang.

Terlepas dari fungsi wisata spiritual tersebut, satu lagi yang menarik di goa ini yaitu keberadaan Mbah Kijem yang menetap di goa selama ini. Beliau mengaku dirinya tinggal seorang diri dan goa Langse adalah tempat tinggalnya. Dia menambahkan bahwa keberadaannya di Goa Langse adalah sebagai pengabdi goa atau pelayannya. Unik lagi, segala peralatan rumah tangga ada di goa ini tepatnya di dekat pintu masuk seperti peralatan dapur untuk memasak. Di goa ini ia tidur hanya beralaskan tikar. Mungkin bagi orang yang melihatnya adalah iba, namun beliau sendiri yang sudah memilih dan menentukan bagaimana hidupnya.

Untuk memasuki goa pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 10.000. Jika ingin ditambah pemandu maka ditambahkan dengan Rp. 100.000. untuk kendaraannya bisa diparkirkan di tempat parkir yang telah disediakan karena perjalanan harus dilakukan dengan jalur tracking dengan menyusur jalan setapak. Suasana pedesaan yang memanjakkan mata akan menyambutmu sebelum mendekat ke goa di pinggir tebingyang menghadap langsung ke pantai. Berhati-hatilah dan tetap menjaga norma karena goa ini dikeramatkan. Persiapkan fisik juga perbekalannya. Para guide juga akan membantu menyiapkan makanan dan minuman untuk bekal di goa Langse. Selamat berlibur!

This template supports the sidebar's widgets. Add one or use Full Width layout.