Depot Setiawan: Si Koki Restoran Yang Masak Di Pinggir Jalan

DEPOT SETIAWAN: SI KOKI RESTORAN YANG MASAK DI PINGGIR JALAN

www.sewamobildijogja.net – Di tengah keramaian Jl. Wonosari menjelang gelap adalah sebuah warung kecil pinggir jalan yang berbeda dari lainnya bernama Depot Setiawan. Pramuniaganya berpakaian ala maid dan terlihat sebuah dapur terbuka dengan tiga kompor menyala. terlihat jelas kompor tersebut dioperasikan oleh seorang koki lengkap dengan atribut khasnya. Pada mulanya mungkin banyak yang keheranan karena warungnya di pinggir jalan.

Sebuah warung makan yang sebagian besar menunya adalah masakan Tionghoa-Indonesia seperti nasi goreng, bakmi, kwetiau, capcay, fu yung hai, dan juga pak lay. Selain menu tersebut, di Depot Setiawan ini juga telah tersaji ayam goreng, ayam saus mentega, steak ayam, dan juga magelangan. Namun menu paling laris di lokasi ini adalah capcay sayur dengan porsi jumbo dan juga bakmi gorengnya.

Instagram: @melatiyeka2

Instagram: @melatiyeka2

Latar Belakang Depot Setiawan

Memasak tiga hidangan sekaligus menjadi daya tarik dan tontonan hebat di warung ini. Beliau adalah Pak Ruwanto seorang dengan latar belakang koki. Bertahun-tahun beliau bekerja di berbagai restoran besar di Indonesia termasuk di Jakarta Bandung, dan juga Surabaya. Tahun 1995, beliau memutuskan untuk berhenti bekerja dari restoran dan membuka depot kecil di pinggir jalan. Akhirnya warungnya telah ramai dan diberi nama “Setiawan” yang merupakan nama dari anak pertamanya yang telah besar.

Instagram: @diajengshinta

Instagram: @diajengshinta

Beliau yang lengkap dengan kostum kokinya memang sengaja untuk menjadi trademark hingga saat ini. Sebuah warung dengan keunikan dan khas. Begitupun pelayannya yang juga memakai pakaian pelayan resmi. Terlihat sangat mencolok dari Jalan Wonosari yang ramai.

Menu Depot

Porsi yang disajikan rupanya benar-benar jumbo. Alhasil menu yang dipesan oleh pelanggannya pasti dii atas piring lebar dengan toppingnya seperti bakso, daging ayam, dan juga telur orak-arik. Mie cukup kenyal dengan aromanya yang lebih cenderung minimalis. Setelah dijajal, rasa kecap dan rempahnya yang gurih cukup dominan namun agak kurang menarik bagi yang kurang suka manis.

Sementara itu, Capcaynya juga yang hadir di meja pembelinya juga memiliki porsi jumbo dengan isian potongan kolm kubis, dan juga wortel yang telah ditumis dengan potongan ayam dan juga telur orak-arik. Rasa asin gurih dengan kuah kaldu capcaynya pas dan tekstur ayamnya masih krenyes-krenyes. Oleh karena itu, untuk menikmatinya tidak haru menggunakan nasi lagi karena sudah pasti membuat kenyang.

Instagram: @makandijogja_under20k

Instagram: @makandijogja_under20k

Mengenai bakmi dan capcay, pastilah ada kaitan dari keduanya yang merupakan modifikasi dari hasil racikan asli Tiongkok. Tentu bukan hal yang asing lagi mengenai hubungan Indonesia dan Tiongkok yang erat karena banyak pertukaran budaya dari keduanya pun dalam kuliner. Bermacam resep masakan Tiongkok telah berhasil dibawa di Indonesia dan menjadi kuliner yang lezat yang mana bumbunya telah disesuaikan dengan ketersediaan bahan dan citarasa masyarakat Nusantara.

Resep hasil masakan modifikasi ini memang sering ditemukan di banyak pinggiran jalan serta restoran gaya kedua kawasan tersebut. Seperti yang berada di Depot Setiawan Pak Ruwanto ini. hasil olahannya memang menggoyang lidah dan berhasil memadamkan lapar yang mengganggu di perut.

Akses

Akses menuju ke lokasi dari Jogja menuju Jl. Wonosari kemudian lurus di perempatan Wiyoro (lampu merah) posisi Depot Setiawan berada di utara jalan. Alamatnya berada di Jl. Wonosari Km. 7 Mantup, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Untuk dapat menikmati masakan dari sang koki ini pengunjung bisa datang menjelang senja yakni dari pukul 17.00 hingga habis. Sangat cocok nih mampir ke Depot Setiawan ini selepas mengikuti paket wisata jogja bersama kami. 🙂 selamat berkuliner dan happy traveling.

This template supports the sidebar's widgets. Add one or use Full Width layout.